Pulo Aceh Surganya Ikan Karang [Steempress #54]

Apa kabar sahabat steemian semuanya, semoga kalian dalam keadaan sehat walafiat. Pada kesempatan kali ini, saya masih terus berbagi tentang aktivitas saya di Pulo Aceh. Kalau sehari sebelumnya saya menulis tentang berburu gurira, maka pada postingan kali ini saya pergi untuk memancing ikan. Untuk memancing ikan saya dan teman-teman disini berangkat malam hari. Oleh karena itu tidak banyak foto yang dapat saya bagikan ketika sedang memancing melainkan hanya bisa berbagi tentang hasil tangkapan. Itupun saya jepret ketika saya dan teman-teman sudah mendarat kembali ke daratan. Dari apa yang diutarakan oleh teman saya disini, memancing ikan di siang hari disini kurang efektif karena tangkapan yang kita hasilkan biasanya sedikit dan tidak bervariasi. Kebanyakan yang didapat bila memancing disiang hari hanyalah ikan kerapu. Apalagi saat ini sedang musim gurita rerata nelayan disini mencari gurita di siang hari. Meskipun sedang tidak adanya gurita mereka tidak pernah pergi untuk memancing ikan di siang hari kecuali untuk mencari tuna.

Setelah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memancing, seperti umpan yang merupakan kebutuhan pokok, snack, kopi, air putih serta pancingan kamipun bergegas untuk berangkat. Pada saat itu jam menunjuk pukul enam lewat merupakan saat yang sangat cocok yang untuk memancing karena kebiasaannya saat yang mudah untuk mendapatkan ikan itu pada waktu sore hari dan subuh. Begitulah yang dikatakan teman saya pada saya tentang trik memancing. Memancing di Pulo Aceh sangat menyenangkan. Selain tangkapannya yang lumayan besar, ikannya juga bervariasi dan satu hal lagi yang paling penting menurut saya, yaitu durasi tangkapan yang terus menerus. Itulah yang membuat saya ketagihan untuk terus datang ke Pulo Aceh untuk memancing setiap kali saya punya kesempatan. Kalau di tempat saya di Bireuen, biasanya saya pergi memancing ke sungai dari pagi sampai sore mungkin hanya beberapa ikan saja dengan ukuran sebesar telapak tangan. Tapi disini di Pulo Aceh hanya beberapa saat setelah pancingan dilempar kelaut pasti akan ada pergerakan dibawah sana meskipun tidak langsung dapat tetapi hal tersebut membuat semakin bersemangat. Setelah mendapat satu ikan dan kita melempar umpan lagi itupun tidak butuh waktu lama untuk disambar kembali. Sangat seru bukan? Adakalanya memang tangkapan kami hanya beberapa saja tidak terlalu banyak, namun dari kesekian kali saya pergi memancing disini hanya beberapa kali saja tangkapan kami sedikit. Selebihnya kami selalu pulang dengan hasil yang sangat memuaskan.

Apa yang menjadi tantangan untuk memancing disini adalah tahan tidaknya anda dengan gelombang laut. Beberapa teman saya sama-sama dari Bireun terkadang harus menyerah karena mabuk laut. Padahal keinginan untuk memancing sangat besar, tetapi kerap kali dia dikalahkan oleh mabuk laut sehingga harus pulang cepat. Ada juga teman lainnya yang merasa ngeri dengan keadaan lautan dimalam hari. Dia tidak mabuk laut namun takut dengan suasana malam dilautan karena kami memancing dikegelapan tanpa adabya cahaya. Senter dinyalakan hanya pada saat perlu saja. Selebihnya kami tetap dikegelapan malam. Deru ombak dan tiuoan angin memang membuat suasana seram bagi sebagian orang. Namun saya bersyukur karena sejauh ini saya baik-baik saja ketika pergi memancing tanpa merasa mabuk dan ngeri. Saya dengar leluasa memancing sepuasnya sampai terkadang lengan saya terasa pegal karena terus-terusan memutar reel pancing untuk menarik ikan yang saya dapat. Pada kesempatan kali ini saya dan teman-teman berhasil mendapatkan ikan sebanyak 12kg. Kami pergi jam 6 lewat dan pulang jam 11 malam. Sungguh sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya dapat kembali kesini ke Pulo Aceh untuk memancing. Bila teman-teman mencari destinasi wisata bahari yang masih alami apa adanya, datanglah kemari. Pulo Aceh merupakan Surga yang Terabaikan. Begitulah kata orang-orang tentang pulau ini. Tidak hanya sebagai tempat yang bagus untuk memancing, pulo aceh juga menyimpan pesona lainnya, yaitu keindahan alamnya yang masih sangat alami tanpa sentuhan tangan manusia. Hanya ini saja yang dapat saya bahas untuk perjumpaan kali ini semoga kalian berkenan. Terima kasih dan salam hangat dari saya @tfq86.

BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI DI STEEMPRESS

FROM BLOG TO BLOCKCHAIN

Leave a Reply