Monas, Simbol Perjuangan Rakyat Indonesia Dalam Mengusir Penjajah [Steempress#19]

Kokoh dan tinggi menjulang ke angkasa dengan puncak emas seperti gambar api yang menyala melambangkan kegigihan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajah di zaman dahulu kala. Itulah makna dari Tugu Monumen Nasional (Monas) yang sampai saat ini masi bisa kita kunjungi. Terletak di Jakarta Pusat, Tugu Monas memiliki tinggi 132 meter atau 433 kaki didirikan pada 17 Augustus 1961 dibawah arahan dari Presiden pertama Indonesia Soekarno dan baru dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Saat ini Monas menjadi salah satu tujuan wisata baik oleh turis lokal ataupun luar negeri. Lapangan Monas sangat luas yaitu sekitar 80 hektar menjadi tempat yang sangat nyaman untuk dikunjungi. Selain dijadikan sebagai tempat untuk mempelajari sejarah Indonesia, lapangan Monas juga dijadikan sebagai tempat untuk bersantai bersama keluarga, teman atau kekasih. Bila anda berkunjung kemari anda akan melihat macam ragam pengunjung. Ada yang asik berduaan, keluarga yang asik lesehan atau segerombolan pemuda yang bersenang-senang dengan berfoto sambil menikmati suasana di Lapangan Monas.
(sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional)

Di dalam Tugu Monas terdapat Museum, yaitu Museum Sejarah Nasional yang dibuat dikedalaman 3 meter dibawah permukaan tanah denga luas 80×80 meter dapat menampung sebanyak 500 pengunjung. Di ruangan ini anda dapat melihat dan mempelajari sejarah Nasional Indonesia dari zaman dahulu kala sampai masa Orde Baru. Setiap hari Museum ini sering dipadati pangunjung. Ada yang sekedar melihat-lihat bahkan ada yang serius untuk belajar. Selain lantai dasar yang dijadikan Museum, anda juga bisa naik ke lantai dua melalui lift yang disediakan tentunya setelah membayar tiket masuk. Lantai dua ini memiliki tinggi sekitar 17 meter dengan luas 45×45 meter dapat menampung pengunjung dalam jumlah yang lumayan banyak. Dari lantai dua ini anda dapat menikmati keindahan Kota Jakarta terlebih lagi di malam hari. Bila anda ingin melanjutkan lagi, anda akan dibawa menuju puncak Monas. Puncak monas memiliki luas 11×11 meter dengan ketinggian 115 meter dari permukaan tanah dapat dicapai dengan menggunakan lift yang dapat mengangkut 11 orang dalam sekali angkut dan puncak Monas ini dapat menampung sebanyak 50 pengunjung menjadikannya sebagai tempat yang luar biasa menyenangkan untuk menikmati pemandangan Kota Jakarta dengan menggunakan teropong yang sudah disediakan ditempat ini. Di bagian puncak ini terdapat sebuah obor yang dilapisi emas yang dijadikan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia di zaman dahulu kala. Obor ini dilapisi oleh emas dengan berat 38 kg pertamanya. Sebanyak 28 kg emas dari jumlah keseluruhan 38 kg merupakan sumbangan dari salah seorang pengusaha dari Aceh yaitu Teuku Markam yang pernah menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia pada masanya.
(sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional)

Bergerak dari Ciracas Jakarta Timur membutuhkan waktu selama lebih kurang 52 menit dengan menggunakan sepeda motor akhirnya kami tiba di Lapangan Monas. Setelah memarkirkan sepeda motor kamipun bergerak kedalam. Sebelum memutuskan untuk berkeliling Lapangan Monas terlebih dahulu kami mampir di salah satu warung yang berjejer tepat disamping pagar pembatas Lapangan Monas untuk mencicipi makanan dan minuman yang kami inginkan. Pada waktu itu suasana sudah menjelang magrib dan dipadati pengunjung. Setelah sempat berfoto-foto kami bergerak menuju Tugu Monas dengan berjalan kaki. Di lapangan Monas ini terdapat sebuah kereta yang mengangkut pengunjung ke Tugu Monas tapi khusus untuk pengunjung yang membeli tiket untuk masuk kedalam tugu. Karena waktu itu tiket menuju puncak Monas sudah ditutup dikarenakan banyaknya pengunjung yang sudah mengantri, maka kami mengurungkan niat kami untuk masuk kedalam Tugu Monas. Jadilah kami berjalan kaki untuk berkeliling dan berfoto sambil menikmati suasana malam di Lapangan Monas. Setelah puas berkeliling dan berfoto kami beristirahat tepat disamping pagar pembatas Tugu Monas untuk beberapa saat karena memang berkeliling di Lapangan Monas sangat melelahkan. Perjalanan ke Monas ini menjadi salah satu perjalanan yang menyenangkan bagi saya dalam menikmati masa liburan saya kali ini. Setelah cukup beristirahat, akhirnya kamipun beranjak pulang, karena waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 9.30 malam dan Monas akan ditutup pada jam 10.00 malam. Sebagai informasi tambahan dari saya, bila anda berkunjung ke Monas jangan lupa membawa STNK kenderaan anda agar anda diizinkan masuk. Hal ini demi keamanan kenderaan anda dari pencurian. Berikut beberapa foto yang saya ambil ketika berkunjung ke Monas.

 

Semoga postingan saya ini bermanfaat dan menyenangkan para pembaca. Terima kasih, salam @tfq86.

Leave a Reply