Mesin Pemotong Padi, Solusi atau Masalah? [Steempress #29]

[Sumber](http://aceh.tribunnews.com/2018/03/12/40-mesin-potong-padi-beroperasi-di-3-daerah)

Kemajuan teknologi selalu memberikan imbas pada kehidupan sosial masyarakat. Dari satu sisi ini merupakan langkah maju manusia dalam mengembangkan teknologi tapi dari sisi lain ada kehidupan sosial yang harus menjadi korban. Sebagai contoh, Mesin pemotong padi. Zaman dahulu kala orang tua kita membajak sawah dengan menggunakan alat bajak yang sangat sederhana yang ditarik oleh kerbau atau lembu sungguh pekerjaan yang sangat melelahkan bukan? seiring perkembangan zaman dunia pertanian pun ikut berkembang. Saat ini kita sudah punya mesin pembajak sawah yang dapat membajak sawah puluhan ribu meter hanya dalam sehari ini juga merupakan sesuatu yang sangat luar biasa mengingat saat ini petani sudah bisa melakukan tanam padi 2 kali dalam setahun maka kehadiran mesin pembajak sawah sangat meringankan beban petani.

Musim panen merupakan masa yang sangat dinanti nanti oleh para petani padi. Khususnya masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidup pada lahan persawahan. Setiap musim panen orang-orang pasti sangat gembira karena semua orang mendapat pekerjaan. Perempuan ke sawah untuk memotong padi, para pemuda mengupah untuk menumpuk padi yang telah dipotong lalu ada pekerja lainnya yang siap menggiling padi dengan alat perontok padi manual dan selanjutnya biji padi yang sudah dirontokkan dari daunnya di angkut ke jalan terdekat untuk bisa diangkut menggunakan kenderaan dan itupun diupah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kebanyakan masyarakat pedesaan adalah pengangguran karena tidak punya pekerjaan tetap. Dengan hadirnya musim panen maka semua orang akan bekerja dan mendapatkan upah bahkan orang-orang yang berutang akan menjadikan musim panen sebagai tenggat waktu pembayaran utang karena mereka tau setiap musim panen mereka akan mendapatkan pekerjaan lalu membayar utang.

[Sumber](http://hutabayuduamesinpertanian.blogspot.com/2014/07/mesin-perontok-padi-mesin-padi-power.html)

Saat ini kecanggihan teknologi kembali menghadirkan sesuatu yang menakjubkan, yaitu mesin pemotong padi. Mesin ini dapat memotong padi berhektar-hektar dalam sehari kerja. Jika dibandingkan dengan cara manual yang dilakukan petani yang butuh waktu berhari-hari untuk menyelesaikan pekerjaan memanen padi hanya untuk sepetak tanah sawah mereka maka kehadiran mesin pemotong padi sangatlah meringankan beban para petani bahkan dengan harga yang relatif lebih murah. Namun disebalik semua kecanggihan tersebut muncul pertanyaan-pertanyaan lainnya yang agak sulit untuk dijawab. Sebagai contoh, bagaimana nasib mesin perontok padi manual yang biasanya dapat menampung 4 orang pekerja dan bisa bekerja lebih kurang sebulan selama musim panen? Bagaimana nasib ibu-ibu yang biasanya mengupah 60 ribu per hari untuk memotong padi? Apa yang harus dilakukan pemuda yang biasanya mengangkut biji padi yang telah dirontokkan dari daunnya selain menonton pertunjukan mesin pemotong padi? dan masih ada beberapa pertanyaan lainnya yang sulit untuk ditemukan jawabannya saat ini.

Dari satu sisi kehadiran mesin pemotong padi ini memang harus disyukuri karena sangat membantu petani dalam memanen padi hasil tanamannya. Hanya dalam sehari puluhan ribu meter tanah sawah ludes diembat mesin ini. Meskipun dibelakangnya tersimpan duka untuk orang-orang lainnya yang kehilangan pekerjaan disebabkan kehadiran mesin ini. Tentulah mesin ini bukanlah lawan sebanding untuk para pekerja manual yang membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikan pekerjaannya. Entah siapa yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tadi. Terjawab atau tidak toh kenyataannya sekarang mesin perontok padi manual semakin tenggelam ditelan kemajuan zaman bersama keempat pekerja yang biasa ditanggungnya. Beberapa desa yang sempat bertahan menolak kehadiran mesin pemotong padi modern ini kini juga kehilangan tajinya. Mereka akhirnya harus menyerah kalah karena tidak sanggup membendung keinginan para petani yang memang menginginkan kehadiran mesin pemotong padi ini. Kenyataanya memang tidak terbantahkan kalau menggunakan mesin pemotong padi modern ini memang lebih menghemat uang dan energi.

Semua orang pasti punya tanggapan berbeda beda mengenai hal ini karena siapun berhak untuk berpendapat. Rela atau tidak waktulah yang akhirnya memaksa kita untuk rela kalau lahan pekerjaan yang dulunya milik warga saat musim panen sekarang sudah diambil dengan garang oleh mesin pemotong padi. Bagaimana menurut anda? Solusi ataukah masalah? silahkan dijawab dikolom komentar.

Leave a Reply