Kota Tua Kota Lama Yang Masih Jadi Primadona [Steempress #18]

 

Batavia, begitulah sebutannya di zaman dahulu. Merupakan sebuah wilayah kecil di Jakarta dengan luas sekitar 1,3 Km persegi melintasi wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang kini dikenal dengan nama Kota Tua. Di zaman dahulu kala kota ini pernah dijuluki Permata Asia (Asian gems) dan Ratu dari Timur (Queen from east) oleh para pelaut dari Eropa karena menjadi pusat perdagangan Asia disebabkan oleh posisinya yang sangat strategis dan mempunyai sumber daya yang melimpah. Dari nama kota inilah kemudian lahir sebutan untuk penduduk asli Jakarta, yaitu Betawi (sumber https://googleweblight.com/i?u=https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Tua_Jakarta&hl=id-ID).

Meski sekarang kota ini sudah renta ternakan usia namun sisa-sisa kemegahannya masih terlihat utuh. Dengan waktu tempuh sekitar satu jam lebih dari Ciracas Jakarta Timur menggunakan sepeda motor akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Kota bersejarah ini. Bangunan-bangunan lama yang telah direnovasi masih berdiri kokoh di wilayah ini dengan penjagaan ketat dari petugas keamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa bangunan tua seperti Stasiun Jakarta kota, gedung arsip Nasional, Museum Fatahillah, Museum bank Indonesia masih terlihat berdiri dengan kokoh meskipun sudah ada perbaikan disana sini namun tidak merubah tampilan dasar dari bangunan tersebut. Meskipun pada waktu itu cuacanya dingin karena saya pergi dimalam hari tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap sampai di Pusat Sejarah Jakarta ini. Setibanya disana saya sempat berhenti di sebuah jembatan sambil menikmati pemandangan Kota Tua ini. Memang tidak lagi semegah dahulu namun tetap saja Kota ini masih menyimpan pesona.

Lagi-lagi untuk menghindari kemacetan lalu lintas saya memilih untuk bepergian di malam hari sehingga saya tidak dapat masuk kedalan Museum-museum yang ada di Kota tua dikarenakan sudah ditutup. Hanya beberapa foto yang sempat saya abadikan sebagai kenangan yang saya bawa pulang ke Aceh dan tentunya sebagai bahan postingan saya kali ini. Tidak jauh dari deretan bangunan lama di Kota Tua ini terdapat para pedagang yang menjual macam-macam suvenir Kota Tua untuk para pengunjung. Suasana Kota pelabuhan masih terlihat kental di tempat ini dengan adanya beberapa jembatan yang masih terlihat utuh untuk menyebrangi sungai kecil yang ada di Kota Tua ini. Ada juga beberapa patung yang terletak dekat dengan tempat duduk untuk para pengunjung yang dijadikan sebagai tempat untuk berfoto.

Setelah puas berkeliling dan mengambil beberapa foto di Kota Tua ini saya dan sepupu saya sepakat untuk kembali lagi ke Ciracas setelah sempat berhenti untuk mencicipi makanan dan minuman karena rasa lapar yang menyerang setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Perjalanan ke Kota Tua ini sangat berharga bagi saya dan sepupu saya. Akhirnya saya dapat menyaksikan sebuah Kota yang pernah menjadi Primadona di masa lalu dan menjadi pusat perdagangan Asia. Meskipun hari ini kemegahannya hanya tinggal sejarah namun tetap saja Kota ini masih bisa menarik perhatian pengunjung dari dalam dan luar negeri. Hanya inilah penggalan cerita yang bisa saya bagikan dengan kalian semoga bermanfaat dan menghibur. Berikut beberapa foto perjalanan saya ke Kota Tua Jakarta:

Leave a Reply