Karena Yang Banyak Bicara Belum Tentu Layak Juara [Steempress 59]

[sumber](https://www.complex.com/sports/2018/10/khabib-nurmagomedov-explains-why-he-had-to-jump-about-cage)

“bagiku pertarungan hanya akan terjadi di arena dan kita akan melihat siapa yang layak bicara setelah pertandingan”. 

Pertandingan antara Khabib v McGregor 6 Oktober lalu benar-benar sangat memukau. Mungkin bisa dikatakan Fight Of The Year. Namun saya sendiri malah lebih suka menyorot hal lain selain tentang pertandingan. Tidak hanya soal siapa yang terbaik yang dipertaruhkan dalam pertandingan ini akan tetapi gengsi, agama, dan prinsip ikut andil dalam pertarungan yang berlangsung beberapa hari yang lalu tersebut. Keduanya dikenal sebagai petarung hebat dengan rekor yang mentereng di UFC. Khabib mencatatkan 26 pertarungan yang kesemuanya diakhiri dengan kemenangan yang berarti bahwa dia tidak pernah kalah sekalipun sebelum bertanding dengan McGregor sementara McGregor sendiri dari ke 24 pertarungan yang ia lakoni 21 diantaranya berakhir dengan kemenangan sementara sisanya berakhir dengan kekalahan. Pertarungan keduanya bahkan sudah panas diluar arena. Hal tersebut terlihat jelas ketika konferensi pers yang digelar sebelum pertandingan dimana McGregor berusaha memprovokasi Khabib dengan memukul tangannya ketika mereka berhadap hadapan. Tidak hanya itu, dia juga menyedorkan wiski kepada Khabib yang sudah jelas menolaknya karena Khabib merupakan seorang muslim. Tidak terhenti disitu saja aksi provokasi McGregor bahkan berlanjut dengan menyebut Khabib sebagai anak desa brengsek. Kepribadian seorang Khabib terlihat jelas dalam jumpa pers tersebut, dia menanggapi dengan santai semua ejekan tersebut baginya pertarungan hanya akan terjadi di arena dan kita akan melihat siapa yang layak bicara setelah pertandingan. McGregor memang terkenal sebagai petarung yang angkuh dan rasis. Sudah menjadi tipikal dirinya yang sering memprovokasi lawan pada saat jumpa pers sebelum pertandingan. Mungkin itu adalah salah satu strateginya dalam merusak konsentrasi lawan. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi seorang Khabib. Dia merupakan seorang muslim yang teguh pada agamanya. Ayahnya selalu mengajarkannya untuk menjaga kelakuan. Meskipun McGregor telah menghinanya, agamanya dan bahkan orang tuanya, dia tetap tidak bergeming, karena baginya pertarungan hanya akan terjadi di dalam arena.

[sumber](https://www.indosport.com/mma/20181009/sang-pelatih-beri-komentar-soal-kericuhan-khabib-vs-mcgregor)

Apa yang diucapkan oleh Khabib pada jumpa pers sebelum pertandingan akhirnya terbukti. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut keduanya sempat saling bertukar pukulan. Di ronde kedua bahkan Khabib sempat melayangkan pukulan telak kewajah McGregor yang membuat dia sempat oleng namun tidak terjatuh. McGregor akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya Khabib setelah Khabib mencengkram lehernya dengan sepenuh tenaga sehingga dia terpaksa melakukan tapout yang berarti bahwa dia menyerah kalah atas lawannya. Semua aksi olok-olok McGregor harus terhenti, kata-kata rasisnya seolah hilang tertelan bumi, dia malu bukan kepalang dengan lidah terjulur keluar seperti anjing kelelahan dia tertunduk lesu dipinggir arena. Rela atau tidak dunia sudah menyaksikan bahwa Khabib lebih darinya di dalam arena UFC. Mungkin dia lebih hebat dalam menghina Khabib pada jumpa pers namun tidak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengan Khabib di dalam arena pertarungan. Khabib seolah membuktikan bahwa orang yang banyak bicara belum tentu layak menjadi juara. Semua orang bisa berbicara tapi tidak semua orang dapat membuktikan perkataannya. Khabib yang banyak diam ketika dihina oleh McGregor pada jumpa pers membuktikan bahwa dia lebih layak menjadi juara dan McGregor layak untuk menjadi seorang pecundang.

Banyak hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran pada pertandingan keduanya. Terlebih lagi apa yang terjadi pada saat jumpa pers. Bahwa untuk menjadi seorang pemenang anda butuh keyakinan yang kuat serta latihan yang rutin bukan dengan banyak berkat-kata dan menghina orang lain. Diam seseorang bukan berarti seseorang tersebut lemah dan takut, bisa jadi dia sedang menunggu saat yang tepat untuk membuktikan bahwa dia bukan pecundang tetapi seorang pemenang. Hal itu terlihat jelas pada pertarungan antara Khabib v McGregor. Khabib yang banyak diam diluar arena ternyata bisa berbuat banyak di dalam arena sementara McGregor yang banyak bacot di luar arena harus menyerah kalah ketika dicekik Khabib di dalam arena. Untuk membuktikan bahwa anda layak untuk menjadi seorang pemenang adalah dengan bekerja keras bukan dengan berkata-kata keras. Biarlah orang menghina dan mengejek anda karena semua itu akan terhenti dan berubah menjadi pujian ketika anda mengangkat tropi juara. Itulah beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari pertemuan antara Khabib dengan McGregor pada postingan saya kali ini semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply