Hobiku Aktivitasku [Steempress#25]

Pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar

Begitulah kira-kira gambaran tentang pekerjaan saya sehari-hari sebagai teknisi parabola. Kalau melihat dari background saya, sebenarnya banyak teman-teman yang bertanya bagaimana saya bisa mengerti tentang dunia persatelitan. Karena sebenarnya saya merupakan seorang lulusan FKIP, lebih idealnya saya merupakan seorang guru. Tetapi karena ketertarikan saya terhadap dunia persatelitan sudah tumbuh semenjak saya masih SD, akhirnya saat ini saya sudah bisa mengerti tentang dunia persatelitan. Bermula dari rasa penasaran dan rasa tidak rela terhadap teknisi yang seringkali menurut saya mengkibuli ayah saya waktu itu sayapun tergerak untuk belajar tentang parabola. Setiap kali ada sedikit permasalahan dengan parabola ayah saya, sang teknisi datang untuk memperbaiki dan meminta bayaran yang menurut saya juga itu terlalu mahal. Mulailah saya mengoprek sendiri parabola ayah saya diwarung kopi pada waktu itu. Beberapa kali sempat kena semprot dari ayah saya karena rasa ingin tau saya terhadap parabola membuat beberapa kali program televisi di warung kopi ayah saya waktu itu terhapus. Bila mengingat saat-saat itu saya selalu tersenyum sendiri. Tapi saya tidak menyerah sampai disitu, keinginan saya untuk bisa memaksa saya untuk terus mengoprek sendiri receiver parabola yang ada diwarung kopi waktu itu.

Piala dunia 2002 Korea Jepang menjadi momen paling berharga dalam sejarah saya sebagai seorang teknisi parabola. Dimana pada waktu itu saya berhasil mendapatkan tontonan piala dunia secara gratis melalui satelit Vinasat Ku band yang letaknya pada 132° E melalui siaran vtv 1,2 dan 3. Sejak itu pula ayah saya mulai menaruh rasa percaya akan kemampuan saya dibidang parabola sehingga bila ada gangguan kecil pada parabola kami diwarung kopi dia tidak lagi memanggil teknisi melainkan mengatakannya pada saya. Ada perasaan senang yang tidak bisa saya ungkapkan ketika ayah berkata seperti itu. Saya benar-benar senang dan puas. Sejak itu pula masyarakat di desa saya mulai mengenal saya sebagai seorang teknisi parabola meskipun waktu itu kemampuan saya masih sangat minim. Dengan terus belajar melalui media internet dari blog-blog tentang parabola seperti protech parabola dan blog lainnya. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah web yang benar-benar menjadi tempat saya menimba ilmu tentang parabola, yaitu forumsatelit.com. Disanalah saya banyak mengenal master-master persatelitan di tanah air, menjalin pertemanan, saling konsultasi bahkan ada beberapa diantara mereka berasal dari Aceh yang hingga saat ini sudah menjadi seperti saudara sendiri. Hingga saat ini jadilah saya sebagai seorang teknisi parabola dengan kualifikasi pendidikan yang bersebrangan, yaitu FKIP.

Hari ini saya kembali mendapatkan panggilan dari salah seorang pelanggan saya untuk memindahkan parabolanya. Berhubung dia sudah selesai merehab rumahnya maka parabola disuruh pindahkan ke atas genteng. Setelah shalat ashar sayapun bergegas untuk berangkat kerumah nya. Sesampainya disana tanpa banyak membuang waktu saya langsung memasang tiang.

Setelah mengebor keempat sisi tiang dengan posisi tegak lurus, selanjutnya saya menaikkan parabola ke atas dengan dibantu oleh kolega saya yang sering saya ajak untuk saya ajari tentang ilmu persatelitan karena saya lihat dia mempunyai minat yang besar seperti waktu saya masih remaja.

Berhubung parabola disini sudah pernah terpasang, maka saya tidak harus merakitnya satu persatu melainkan langsung memasangnya pada tiang yang sudah terpancang rapi.

Setelah terpasang saya langsung mengencangkan sedikit keempat baut yang ada di mounting parabola. Kenapa tidak langsung saya kencangkang keempat bautnya? karena arahnya masih belum tepat melainkan masih harus di setel terlebih dahulu. Selanjutnya dengan menggunakan sat finder atau alat pencari satelit saya mulai beraksi

Dengan menggunakan alat ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan saya dalam mencari sinyal satelit. Berhubung parabola yang saya setting menggunakan penggerak atau hidrolik, maka terlebih dulu saya mencari sinyal satelit Palapa terlebih dahulu

Setelah sinyal satelit Palapa sudah aman selanjutnya saya mengarahkan parabola kearah Thaicom5 ke arah barat. Selama pengalaman saya sebagai teknisi, bila parabola yang saya setting menggunakan penggerak maka sinyal pertama yang saya cari Palapa dan selanjutnya adalah Thaicom5 bila kedua sinyal satelit tersebut sudah ter-lock dengan sempurna maka parabola tersebut sudah balance dari timur sampai ke barat. Itulah alasannya kenapa setelah mendapat sinyal satelit Palapa saya langsung mencari sinyal satelit Thaicom5. Setelah itu saya memasangkan hidrolik atau penggerak karena arah parabola sudah balance timur-barat.

Itulah sepenggal pengalaman yang bisa saya bagikan sebagai seorang teknisi parabola. Pesan saya, apapun pekerjaan yang kita lakukan, hal paling penting adalah kita mencintai pekerjaan tersebut dengan demikian kita akan menikmati pekerjaan yang kita lakukan dan kita tidak terbebani dengan pekerjaan tersebut. Bila anda tidak mencintai sebuah pekerjaan maka jangan coba-coba untuk melakoninya atau bersiaplah untuk dilanda stress dan bosan karena beban dari pekerjaan yang anda tanggung. Sekian dulu cerita singkat dari saya semoga tulisan ini bermanfaat. Bila ada hal yang ingin ditanyakan saya persilahkan di kolom komentar. Terima kasih dan salam @tfq86.

 

Leave a Reply