Haruskah Kubertahan? [Steempress #39]

 

Dalam setiap kisah hidup manusia pasti terdapat duka, pilu dan nestapa. Adakalanya suka mendahului tetapi pada tepian kisah, nasib kadang berkata lain ada sederetan duka dan nestapa yang mesti dipijak untuk sampai pada akhir cerita kehidupan, yaitu mati. Cinta, merupakan suatu anugrah dari sang pencipta untuk para manusia sang penghuni bumi. Hal yang sering membuat manusia buta akan logika bahkan rela kehilangan apa saja demi sesuatu yang disebut cinta. Remaja adalah objek yang sering dibutakan oleh cinta hingga mereka lupa akan logika tak peduli lagi akan bencana meski hanya nikmat 9 menit dan menderita 9 bulan karena menanggung kandungan hina. Salahkah cinta? tidak, cinta tak pernah salah ia tetaplah anugerah, sesuatu yang suci dari sabg pencipta meski terkadang harus menjadi hina karena ulah manusia.

Hidup tak akan sempurna rasanya bila cinta tidak ada. Sepi menghampiri kala malam datang menyapa, sendiri dalam kedukaan panjang yang pernah tahu kapan habisnya. Dia datang menyapaku menawarkan sesuatu yang selama kurindukan. Kasih sayang, belaian manja, dia membawa cinta. Penuh kasih dan perhatian hingga membuatku terlena. Status sosial adalah sesuatu yang berperan membentangkan jurang perpisahan antara aku dan dia. Gagal terlihat jelas di depan mata karena semua dari mereka merasa terhina. Meski demikian aku masih belum hilang asa, meski harus menapaki jalan berduri hingga kini aku tetap berkata ia, tetapi haruskah Kubertahan? Apa yang kutawarkan tak berbeda dari yang ditawarkan pria lainnya, bahkan aku menawarkan sesuatu yang jelas tanpa bualan. Pernikahan, itulah yang kuajukan. Salahkah itu? bukankah itu jalan satu-satunya yang akan membuat cinta tetap suci, ikatan mulia yang diajarkan nabi. Oh,,, aku lupa status itu melekat erat pada diriku. Status sosial yang membuat mereka ogah menerimaku meski yang kutawarkan adalah realita tetap saja aku tak diterima.

Dia, karena dia, hari ini aku masih disini tetap bertahan meski kegagalan nampaknya akan tetap menjadi raja. Ketulusan yang dia berikan membuatku seakan tertarik kembali meskipun beberapa kali ingin pergi. Dia, yang sanggup memberikan apa saja bahkan rela membelakangi mereka untuk pergi bersamaku adalah alasan kenapa aku tetap berkata iya. Benarkah yang kulakukan ini? tetap bertahan meski aku tak tau sampai kapan. Tak sanggup rasanya melihat dia tersiksa dengan ketulusan yang dia punya terhadap diriku. Hidup akan terus berjalan meskipun kita menyerah atau bertahan. Mungkin, ini akan menjadi yang terakhir bagiku. Akhir dari sebuah cerita cinta yang tulus namun terhalang oleh status sosial yang membuat mereka merasa malu untuk menerima. Tak apa akupun paham akan hal itu, mereka tak akan kusalahkan meskipun bahagia tak pernah ada jaminan akan didapat dari seorang perjaka. Biarlah mereka merasa benar dengan keputusan mereka dan aku juga benar dengan apa yang kuputuskan. Buatmu, tetaplah tegar meski bukan denganku, bukalah hatimu untuk yang lain, bahagiakan mereka, mudah mudahan kau juga akan bahagia.

![@tfq86](https://i.imgur.com/x4RSwyc.png)

Join us on Discord https://discord.gg/TyvbBTg

Leave a Reply