Cinta Terlarang [Steempress#16]

(Sumber:http://kabarkite.com/sumbagsel/cinta-terlarang/)

Alkisah di sebuah negeri antah berantah hiduplah dua anak manusia yang saling memiliki rasa dan memadu cinta dengan harapan untuk hidup bersama dan bahagia selamanya. Hidup tak bisa disangka akhir tak bisa dinyana. Keinginan mereka untuk hidup bersama terkungkung oleh keinginan orang tua si gadis yang menginginkan pendamping yang lebih layak menurut versi mereka.

Awal kisah bermula ketika si gadis (sebut saja namanya “putri”) melakukan praktek kerja di sebuah desa dalam menuntaskan mata kuliah terakhir nya untuk mendapatkan gelar sarjana sebagaimana impiannya dan kedua orang tuanya. Tanpa sengaja pada hari itu Putri bertemu muka dan bertatap mata dengan seorang lelaki (sebut saja “putra”) penduduk negeri antah berantah tersebut. Pertemuan pertama tidak berarti apa-apa hanya sepintas dan berlalu begitu saja. Hari berlalu minggu berganti pertemuan-pertemuan selanjutnya pun terjadi meski belum tumbuh rasa diantara mereka berdua. Hingga pada suatu hari dengan sedikit nada bercanda putra berkata pada salah seorang teman putri “tolong kirimkan salamku untuk putri”. Tanpa terlalu banyak memasang pikiran untuk apa yang telah dikatakannya, putra terus menjalani kehidupannya seperti biasa dengan putrinya yang berumur 4 tahun hasil pernikahannya dengan seorang wanita idamannya yang kini telah berpisah dengannya. Dua tahun setelah menikah, putra dikaruniai seorang putri cantik (sebut saja namanya “bunga”) kehidupannya bersama keluarga kecilnya semakin lengkap saja. Semua berjalan dengan baik dan bahagia meski hidup dalam kesederhanaan. Tidak ada tanda-tanda petaka akan menimpa, hingga ketika bunga berumur delapan bulan hal-hal yang tidak wajar mulai terjadi menimpa istri putra (sebut saja namanya “mawar”). Mawar yang dulunya hidup normal kini sering mengeluh akan rasa takut yang tidak beralasan. Dia sering mendengar bisikan-bisikan menakutkan ditelinganya hinga sering menjerit sendiri karena ketakutan. Hari berganti bulan berlalu kesehatan mawar semakin memprihatinkan saja. Putra berusaha sekuat tenaga untuk mengobati istri tercintanya. Dalam keadaan ekonomi keluarga yang tidak menentu ditambah beban pikiran yang begitu besar, putra tetap berusaha untuk tegar meski putri kecilnya bunga yang sangat membutuhkan kehangatan seorang ibu harus kehilangan semua itu. Semua kegalauan putra mencapai puncaknya setelah dua tahun istrinya tak kunjung sembuh putra mulai kehabisan cara. Istrinya pun dalam keadaan mental yang memprihatinkan tidak ingin tinggal serumah lagi dengan putra hingga akhirnya dia minta untuk pulang kerumah orang tuanya. Dengan berat hati serta dalam keadaan tidak punya pilihan, putra mengantar istrinya pulang kerumah orang tuanya. Sejak hari itu kehidupan putra semakin memprihatinkan, dia terlihat sangat frustrasi dan kehilangan semangat untuk hidup. Beruntunglah ia punya keluarga yang sangat perhatian terhadap dirinya. Ibunya putra berusaha sekuat tenaga untuk menjaga anaknya bunga yang masih berumur 2 tahun pada saat itu. Putri kecil itu juga yang menjadi alasan dan penyemangat putra untuk terus hidup meski dalam keadaan yang sangat sulit. Setelah tiga tahun tidak lagi serumah dan keadaan istrinya yang tak kunjung sembuh serta dia juga tidak ingin lagi hidup serumah dengan putra, akhirnya putra menjatuhkan talak satu untuk istrinya tersebut di sebuah pengadilan agama di tempat dia tinggal. Hiduplah putra dengan status duda nya bersama gadis kecilnya yang sekarang berumur empat tahun.

Bak gayung bersambut, salam yang dikirimkan putra kepada putri melalui temannya akhirnya mendapat sambutan. Melalui teman itu juga putra mendapat balasan salam dari putri. Hatinya berdebar setengan tidak percaya. Setelah sekian lama dia tidak pernah punya koneksi dengan seorang wanita, hari ini dia seperti merasakan sesuatu kembali. Pertemuan selanjutnya semakin berbeda. Meski secara tidak sengaja karena pada hari itu putri secara kebetulan melintas di depan rumah putra. Mereka saling berpandangan mata namun kali dengan rasa yang berbeda. Tidak seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya yang hambar dan berlalu begitu saja, kali jantung putra berdegup kencang ketika mata mereka saling bertatapan. Dengan alasan ingin tau kenapa jantung berdegup kencang ketika tatapan itu beradu, putra berusaha mencari tau nomor telpon putri melalui temannya. Tanpa keberatan teman tersebut pun langsung memberinya. Putra ingin tau apakah rasa itu hanya ada dihatinya saja atau putri merasakan hal yang sama. Dalam keadaan hati putra yang sedang galau dilanda rasa penasaran, rupanya putri juga sedang berusaha untuk mencari tau tentang siapa putra sebenarnya. Secara tidak langsung kadang ia bertanya pada penduduk desa. Setelah akhirnya tau bahwa putra adalah seorang lelaki yang sudah beristri dan punya seorang anak bernama bunga, putri mulai sedikit ragu Apalagi setelah teman-teman putri menyarankan dia agar berhati-hati menjalin hubungan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apalagi sampai merebut suami orang. Mereka takut akan meninggalkan kesan buruk ditempat mereka melakukan praktek. Putri diam saja mendengar saran dari teman-teman nya itu.

Dalam kegalauan hati yang sama, tiba-tiba malam itu putri mendapatkan sebuah pesan di hp nya
putra: “hai, salam kenal
putri: “ini siapa?
putra: “saya putra, orang yang pernah mengirimi kamu salam
putri: “(seakan tidak percaya) oh…. iya. salam kenal juga
putra: “mohon maaf mengganggu,
putri: “tidak kok, saya tidak terganggu
putra: “semoga berkenalan dengan saya menyenangkan dan tidak jadi beban
putri: “iya, saya tidak merasa terbeban kok

Itulah percakapan singkat perdana antara putri dan putra dalam usaha menyingkap rasa penasaran yang timbul di hati mereka masing-masing. Hari-hari selanjutnya komunikasi diantara keduanya semakin intens sudah ada senyum penuh makna ketika mata mereka sering beradu pandang meski hanya sambil lalu, degup kencang di jantung mereka sepertinya sudah bermakana sesuatu. Pada suatu kesempatan, melalui komunikasi lewat handphone putra menceritakan seluruh kisah hidupnya pada putri kisah itu pula yang membuat putri seperti merasakan sesuatu yang berbeda, hatinya luluh lantak mendengar cerita malang yang dialami putra dalam hidupnya. Putri hanyut dalam kisah malang itu seolah olah dia ikut ada dalam semua kejadian hidup putra hingga tanpa sadar air matanya keluar membasahi pipinya. Dia merasa seperti harus melakukan sesuatu untuk membuat hati putra menjadi teduh kembali, mendapatkan kembali semangat hidup yang sudah lama pergi entah kemana walaupun diantara mereka berdua belum ada hubungan apa-apa hanya sebatas kenalan saja. Dihari hari selanjutnya, mereka sudah sering bertukar kata dengan saling bertatapan muka tidak lagi hanya lewat handphone saja. Orang sering berkata “cinta itu sering datang dari sebuah hubungan yang bernama persahabatan” mungkin itulah yang sedang dialami putra dengan kenalan baru yang memberinya semangat baru, yaitu putri.
Entah sengaja atau tidak, putri sebenarnya sedang punya hubungan dengan pria lain (sebut saja namanya “hendra”) Hendra dan putri sudah menjalin hubungan yang lumayan lama namun hubungan mereka terasa hambar akhir-akhir ini. Bukan karena putri sudah sering berkomunikasi dengan putra tetapi sebelum itu terjadi hubungan antara putri dan hendra memang sudah tidak hangat lagi. Hendra sendiri merupakan kakak leting nya putri di tempat kuliahan. Mereka sekampung dan juga kuliah ditempat yang sama namun beda fakultas. Bahkan setelah komunikasi terjalin erat dengan putri, putra akhirnya tau bahwa putri seperti memaksakan hubungan nya dengan Hendra hingga akhirnya Putri sendiri seperti merasa bahwa sebenarnya hubungannya dengan Hendra seperti sebuah hubungan yang tidak terlalu di inginkan nya. Gelagat putri yang semakin mencurigakan akhirnya terasa juga dihati Hendra hingga suatu hari dia pun bertanya dengan sedikit berbau menuduh kalau Putri sudah punya hubungan baru dengan orang lain. Hendra pun berusaha untuk mencari tau tentang kabar Putri di Desa tempat dia praktek dan dia pun akhirnya bertanya secara gamblang pada Putri. Putri pada saat itu merasa sedikit terdesak karena memang apa yang diperbuatnya dengan Putra adalah sebuah kesalahan. Tetapi dia sendiri merasa harus berterus terang tentang apa yang dia rasakan selama menjalin hubungan dengan Hendra. Hendra awalnya tidak terima dengan keputusan yang dibuat Putri yang menginginkan hubungan mereka sebaiknya dijeda dulu untuk beberapa waktu. Tetapi setelah Putri memberikan penjelasan dan pandangannya pada Hendra, Hendra akhirnya setuju untuk jeda tapi bukan mengakhiri hubungan mereka. Selama masa jeda tersebut, hubungan Putri dengan Putra terasa semakin erat. Komunikasi keduanya bahkan semakin intens. Putra sendiri juga tau tentang hubungan Putri dengan Hendra tapi mereka berdua sudah terlanjur menemukan kenyamanan baru yang membuat mereka semakin akrab. Mereka berdua sebenarnya merasa bersalah tentang apa yang sedang terjadi. Putra merasa seperti mengganggu sebuah hubungan walaupun hubungan tersebut memang sudah tidak mesra lagi sebelum dia datang dalam kehidupan Putri. Putri sendiri juga merasakan hal yg sama, namun cinta soal hati ketika hati merasa nyaman, sulit untuk mengatakan tidak. Putra seperti menemukan kehidupan baru pada diri Putri dan Putri seperti menemukan sesuatu yang dicarinya selama ini namun dia tidak menemukannya selama menjalin hubungan dengan Hendra. Sebuah keadaan yang sangat sulit untuk dimengerti. Seperti sudah bisa ditebak kemana akhirnya hubungan Hendra dan Putri akan bermuara, setelah masa jeda yang mereka sepakati, akhirnya Putri memutuskan untuk berpisah dengan Hendra. Hendra pada saat itu tidak bisa menerima keputusan sepihak yang dibuat Putri dia ingin mengetahui alasan Putri membuat keputusan seperti itu. Alasan utama yang diajukan Putri adalah bahwa hubungan mereka berdua sebenarnya sudah tidak mesra lagi sejak lama. Keduanya seperti sudah tidak menemukan kenyamanan lagi dalam hubungan yang mereka bina. Setelah sempat terjadi pembahasan yang panjang dan lama antara keduanya, akhirnya Hendra menerima keputusan Putri walaupun dengan sedikit terpaksa.

Benih-benih cinta yang sudah lama tumbuh di hati keduanya semakin bersemi. Apalagi setelah Putri dan Hendra sekarang sudah tidak punya hubungan sama sekali. Putra pun semakin berani untuk berjalan semakin jauh bersama Putri. Pada suatu kesempatan, Putra memberanikan diri untuk mengantar Putri ke Kampis nya karena keperluan mendadak dengan seorang Dosen. Setelah itu mereka juga sempat makan siang bersama dan saling bertukar kata. Semakin hari hubungan kedua nya semakin akrab saja hingga akhirnya Putra mengucap cinta pada Putri dan diterima dengan senang hati. Hubungan cinta kedua berjalan dengan sangat indah. Merasa sudah sangat cocok dengan Putri, Putra pun akhirnya mengatakan pada Putri bahwa dia ingin menikahinya. Putri sangat senang mendengar apa yang diucapkan oleh Putra.

Pada suatu kesempatan di hari lebaran, putra datang bertamu ke rumah Putri untuk pertama kalinya untuk berkenalan dengan kedua orang tua Putri. Pertemuan itupun berlangsung hangat dan berjalan seperti yang di inginkan. Setelah pertemuan itu kedua orang tua putri pun bertanya tentang hal ihwal kedatangan Putra kerumah nya. Putri pun mengatakan semuanya tentang hubungan nya dengan Putra serta menceritakan semua tentang keadaan putra saat ini. Mengetahui Putra seorang duda beranak satu kedua orang tua putri pun merasa kurang nyaman dengan hubungan yang dijalin anaknya. Entah itu karena status dudanya Putra atau karena mereka tidak yakin bahwa Putri akan sanggup mengurus rumah tangga nantinya mengingat Putri saat itu masih berumur 23 tahun. Setelah sempat berembug dengan keluarganya, kedua orang tua putri memutuskan untuk tidak menyetujui hubungan yang dijalin nya dengan Putra dan menyuruh Putri untuk menyudahi hubungan tersebut.

Bersambung…….

Leave a Reply