Buatmu Yang Sedang Resah [Steempress #47]

Hidup memberi kita banyak warna, kisah yang tak selalu sama, pengalaman, pertemuan dengan orang baru, perpisahan, suka dan duka yang datang silih berganti, lingkungan yang baru semua itu merupakan sesuatu yang harus kita lewati untuk menjadi seorang yang dewasa tanpa semua itu kita hanyalah anak kecil yang hanya tau bermain dan bermanja. Ketika beranjak dewasa menu kehidupan yang kita terima pun akan semakin berbeda layaknya anak sekolah, murid SD dan SMP pasti akan akan belajar hal yang berbeda, semakin tinggi kelasnya maka akan semakin tingkatan pelajaran yang mereka pelajari. Mengeluh akan kehidupan menandakan kita belum siap untuk menjadi dewasa. Meskipun usia telah dewasa tetapi kadangkala pola pikir masih anak-anak itulah kenapa terkadang kita sering mendengar orang Aceh berkata “lagee aneuk mit” (seperti anak kecil). Sudah semestinya perkembangan usia dibarengi dengan perkembangan pola pikir. Semakin bertambah usia maka semestinya semakin dewasalah pola pikir kita dengan begitu maka kita sudah siap untuk menjadi dewasa. Mengeluh akan kehidupan menandakan belum matangnya pola pikir yang dapat membuat kita terjebak dalam situasi yang pelik yang bisa berujung depresi dan putus asa.

Untukmu yang sedang gelisah karena cita-cita belum tercapai, janganlah gundah karena hidup tidak terhenti disitu saja. Bagimu yang sedang resah karena cinta yang kunjung tiba, bersabarlah karena jodoh sudah ada yang mengaturnya. Mungkin hari ini masih redup siapa tau besok akan terang. Jangan buang waktumu untuk memikirkan sesuatu yang tak tergapai, biarkan berjalan apa adanya. Berusaha dan berdoa siapa tau mereka akhirnya akan menerima bilapun tidak toh kita semua sudah mengerti bahwa hidup sudah ada yang mengaturnya. Bagi kita yang sedang gelisah karena harga steem dan SBD tak kunjung naik, biarkan saja karena disini kita akan tetap bahagia bila kita menerima apa yang menjadi hak kita. Belajar dan terus belajar akan menuntun kita pada jalan yang cerah meskipun tidak kaya harta setidaknya kita akan kaya ilmu. Kaya, miskin, senang, susah, kecewa, menderita dan banyak hal lainnya yang mesti kita lalui dalam hidup. Kadang kita berada posisi nyaman dengan kehidupan ekonomi yang mumpuni, karir yang cemerlang, tubuh yang bugar semua terasa menyenangkan. Kita harus tau semua itu merupakan ujian. Cara kita menyikapi semua hal tersebut akan sangat mempengaruhi hasil yang akan kita peroleh kedepannya, ingat! jangan pernah lupakan tuhan dalam setiap kenikmatan dan kesusahan yang kita alami dalam kehidupan fana ini.

Bersabar merupakan satu-satunya jalan yang membuat hati tetap sejuk meski uang hanya cukup untuk sesuap nasi, Hati akan terasa lapang meskipun rumah yang kita tempati tak seluas istana. Taukah anda bahwa kita hidup di dunia ini hanya satu jam setengah saja bila kita bandingkan dengan waktu akhirat. Satu hari akhirat sama dengan seribu tahun waktu dunia. Umur ummat Nabi Muhammad biasanya 63 tahun, maka bila ukur dengan waktu akhirat kita hanya hidup satu setengah jam saja. Mungkin itulah alasan imam syafi’i berkata bahwa “kesusahan hidup di dunia hanya secuil” bila dibandingkan dengan kesusahan di akhirat. Kita sering memikirkan bagaimana caranya agar hidup senang sehingga kita lupa bagaimana caranya mati dalam keadaan senang. Kawanku…! tetaplah optimis dengan hidup ini walaupun apapun yang terjadi. Berusaha dan berdoa lalu menerima apapun hasilnya. Selalu berharap yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk saling membantu dan mengingatkan hanya dengan begitu hidup akan selalu terasa indah dan menyenangkan. Terima kasih untuk waktu dan perhatian dan salam hangat dari saya @tfq86.

Leave a Reply