Bersama Mereka Di Fakultas Kopi [Steempress #32]

Warung kopi memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita khususnya orang Aceh. Warung kopi sering dijadikan sebagai tempat untuk bersantai, menjamu teman atau tempat untuk saling bertukar pendapat tentang permasalahan apa saja yang kita alami dalam hidup. Dalam perjalanan saya ke jakarta beberapa waktu yang lalu, saya sempat berjumpa dengan teman-teman dari Aceh. Pada pertemuan itu akhirnya mereka mengajak saya untuk menikmati secangkir kopi di salah satu Warung kopi pentolan di wilayah Kuningan, Setia Budi Jakarta Selatan. Menurut penuturan mereka tempat ini merupakan kepunyaan orang Aceh jadi jelas kopi Aceh tersedia disini itulah alasan mereka mengajak saya kemari karena saya sendiri sudah rindu untuk menikmati secangkir kopi Aceh asli.

Perjalanan ketempat ini kami lakukan di malam hari karena teman-teman saya punya aktivitas masing-masing di siang hari lagipula berpergian di siang hari cukup melelahkan karena macet dan panasnya udara di siang hari. Setelah menempuh perjalanan lebih kurang satu jam dari Ciracas Jakarta Timur akhirnya kami tiba disini dengan mengendrai sepeda motor. Begitu kami tiba di Fakultas Kopi di daerah Setia Budi Jakarta Selatan kami segera memarkirkan sepeda motor dan memasuki tempat tersebut. Fakultas Kopi ini memiliki dua lantai dengan area yang tidak terlalu luas tetapi cukup nyaman dan jauh dari kebisingan Ibu Kota. Begitu kami memasuki tempat ini pelayan tempat ini langsung menyapa kami dengan ramah dan menunjukkan beberapa tempat yang masih kosong untuk kami tempati. Awalnya kami menuju lantai dua tapi karena beberapa teman yang lain mengajak untuk duduk santai dibawah saja tepat dibawah pepohonan, akhirnya kamipun setuju untuk bersantai disana.

Setelah memilih dan memilah menu yang tersedia disana, saya sudah pasti memesan secangkir kopi espresso dengan bubuk kopi khas Gayo Aceh. Beberapa teman yang lain pun setuju untuk mencicipi kopi tersebut dan ditambah semangkuk mie instant karena saat itu kamipun belum makan malam. Dari beberapa tempat ngopi lainnya yang saya singgahi di Jakarta sebelumnya, Fakultas Kopi termasuk salah satu yang menyenangkan. Selain tempatnya nyaman karena jauh dari kebisingan rasa kopinya juga mantap meskipun tidak semantap rasa kopi yang sering saya cicipi di Aceh. Soal harga anda tidak perlu risau karena harga kopi dan menu lainnya disini tidak membuat kantong anda bolong. Bisa dikatakan harga kopi dan menu disini berada pada level pertengahan. Tidak terlalu mahal atau terlalu murah. Namanya juga Ibukota harga 20.000 untuk secangkir kopi Aceh Asli bukanlah harga yang mahal meskipun ditempat asal saya di Aceh segelas espresso hanya dibandrol 8.000 rupiah dan rasanya sangat mantap.

Setelah menikmati kopi dan mie instan yang tersedia di Fakultas Kopi, kamipun memtuskan untuk pulang. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari saatnya Fakultas Kopi untuk tutup. Pertemuan dengan teman-teman disana sangat menyenangkan dan saya berterima kasih atas jamuan yang mereka berikan. Meskipun hanya beberapa jam saja bersantai dengan mereka, cukuplah untuk mengobati rindu akan teman-teman saya setelah sekian lama tidak bertemu. Saat ini boleh dikatakan mereka sudah sukses dengan bisnis nya masing-masing. Sesuatu yang wajar saya rasa setelah sekian lama mereka merantau ke jakarta dan memulai semuanya dari nol. Dengan kegigihan dan keyakinan hari ini mereka sudah bisa dikatakan mapan. Bahkan salah seorang teman saya tersebut sudah punya beberapa toko sendiri dan sudah membangun sebuah rumah untuk ibunya di Bireuen, Aceh. Itulah cerita singkat dari pertemuan saya dengan teman-teman saya di Fakultas Kopi Jakarta Selatan setelah sekian lama kami tidak berjumpa.

Leave a Reply