Bandit Itu Sungguh Biadab [Steempress #45]

[Sumber](http://www.imankha.com/potong-tangan-pencuri-biadab.html)

Ring…. ring…. ring…. Hanphone saya tiba-tiba berbunyi. Saya melihat ke layar handphone salah seorang teman menelpon jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari segera saya angkat dan bertanya ada apa?

pat neuh (dimana sekarang?)

dirumoh (dirumah)

neu tubit ju, lumo ka ipeutubit (segera kemari, lembu dicuri lagi)

pat? (dimana)

di cot kumudee

Setelah mendengar berita tersebut, saya langsung menutup telpon dan bergegas keluar dengan berbekal sebuah senapan angin untuk berjaga-jaga. Dengan sedikit berlari saya mempercepat langkah saya agar segera berkumpul dengar teman-teman yang sudah lebih dulu menuju tempat kejadian. Cot Kumudee merupakan sebuah desa yang masuk ke wilayah kecamatan Peusangan yang berbatasan langsung dengan Desa kami Balee Kuyun yang merupakan batas kecamatan Kuala. Meskipun desa kami dan Cot Kumudee pernah bertikai terkait tapal batas yang tak kunjung selesai sampai hari ini tapi pada saat seperti ini kami tidak ingat lagi tentang hal tersebut. Rasa peduli sesama membuat kami kompak pada malam itu seakan tidak pernah ada masalah apa-apa diantara kami. Sekedar untuk diketahui, dahulunya desa kami Balee Kuyun merupakan sebuah dusun yang masih termasuk kedalam wilayah Cot Kumudee Kecamatan Peusangan. Pada saat terjadi pemekaran kami pun berhasil memerdekakan diri dan menjadi sebuah desa yang mandiri yang masuk ke wilayah Kecamatan Kuala. Itulah sebabnya terjadi cek cok soal tapal batas karena mereka tidak rela kami melepaskan diri.

Malam tadi salah satu lembu warga Cot Kumudee berhasil dibawa kabur oleh sang pencuri. Pemiliknya diketahui bernama armi dan diperkirakan berusia 50 tahun. Dia mempunyai 2 ekor lembu. Satu induk dan satu anak yang belum disapih yang berhasil dicuri tadi malam adalah induknya. Informasi yang kami peroleh dari korban mengatakan bahwa pencurian diperkirakan terjadi antara jam 12 sampai jam 1 dinihari. Berawal dari suara gaduh dikandangnya yang membuat tetangganya terbangun karena anak lembu milik armi terus-terusan mengemboh. Sang tetangga langsung bangun dan memeriksa kandang lembunya. Dia pun melihat kalau lembunya masih seperti semula tidak ada yang berkurang, karena masih penasaran diapun membangunkan armi dan mengatakan hal ihwal kejadian yang membangunkannya. Armi pun langsung menuju kandang lembunya dan betapa terkejutnya dia melihat lembunya hanya tinggal seekor. Tanpa menunggu lama keduanya pun berusaha membangunkan warga dan menceritakan kejadian tersebut. Suasana pun menjadi ramai karena puluhan warga mulai menyisir daerah persawahan. Karena desa Cot Kumudee tidak jauh dari desa kami dan beberapa pemuda kampung kami pun yang setiap malam siaga menjaga keamanan melihat cahaya senter yang tak wajar di daerah persawahan mereka pun bergegas ketempat kejadian. Setelah mengetahui bahwa telah terjadi pencurian lembu mereka langsung memberi kabar ke beberapa orang termasuk saya. Dengan saling membantu kami berusaha menyisir daerah persawahan sampai ke beberapa titik namun tak juga membuahkan hasil. Bahan kami menunggu sampai pagi siapa tau lembunya masih ada di daerah persawahan dan belum berhasil dibawa kabur. Namu apa daya semua berakhir dengan kecewa. Sang pencuri berhasil membawa kabur lembu tanpa tertangkap warga. Armi pun tertunduk lesu karena harus kehilangan seekor lembu yang sudah ia pelihara selama ini. Dia termasuk warga miskin dengan rumah kayu yang sudah usang. Hari-hari nya dia bekerja sebagai tukang dan juga bertani. Dari hasil kerjanya itu dia membeli seekor lembu untuk dipelihara agar bisa beranak dan mendapatkan sejumlah uang untuk mendukung kehidupannya. Sangat disayangkan sekarang semua uang hasil kerjaannya yang di investasikan untuk membeli seekor lembu sirna sudah.

Aksi pencurian lembu ini bukanlah yang pertama kali. Sudah beberapa kali kejadian seperti ini terjadi di wilayah kami. Sebelumnya lembu warga Geulumpang Baroh Kecamatan Kuala juga berhasil dibawa kabut kawanan pencuri. Sang korban bahkan merupakan paman saya sendiri. Empat ekor lembu dari semua berjumlah lima ludes dibawa pencuri. Beliau juga termasuk warga miskin yang sehari-hari berprosesi sebagai petani. Sangat menyedihkan mengingat waktu itu dia sudah berencana menjual lembunya untuk acara pernikahan anaknya. Karena pencurian tersebut akhirnya acara pesta pernikahan anaknya pun terpaksa dibatalkan. Para pencuri itu memang biadab mereka tak punya rasa kasihan. Rata-rata yang menjadi korban pun adalah warga miskin dengar kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Tak ada yang bisa kami lakukan selain memberi semangat dan membantu alakadar yang kami mampu sebagai rasa perduli sesama warga. Hingga saat ini kamipun harus terus siaga menjaga keamanan di desa bahkan siang haripun kami harus waspada karena pencurian lembu pun pernah terjadi di siang bolong. Kawanan pencuri ini sudah sangat meresahkan warga. Entah bagaimana mengatasinya. Semoga ada perhatian dari pihak keamanan untuk melakukan patroli rutin ke desa guna membantu warga agar tidak kecurian lagi. Melalui postingan ini kami berharap doa dari kalian agar desa kami kembali aman seperti sedia kala dan terhindar dari marabahaya. Terima kasih.

Leave a Reply