Aceh Kembali Bersimbah Darah [Steempress #35]

[Sumber](https://m.kapanlagi.com/plus/ngeri-bangladesh-terendam-lautan-darah-usai-peringatan-idul-adha-6a35ec.html)

Hari ini Aceh kembali bersimbah darah. Aliran darah segar kembali membasahi bumi Aceh tercinta. Sejak jam 9 tadi malam para algojo sudah siap siaga dengan senjata parangnya yang sudah di persiapkan jauh-jauh hari. Setelah shalat isya selesai, mereka mulai melakukan aksinya. Tali temali yang kokoh mulai siapkan untuk menjerat sang korban agar tidak meronta-ronta ketika dieksekusi. Sesuai dengan aba-aba dari sang eksekutor tali pun dilempar tanpa harus menunggu lama kaki sang korban langsung terjerat beberapa orang lainnya pun langsung menyergap dengan sigap sesuai dengan komando yang diberikan oleh sang eksekutor. Beberapa utas tali lainnya juga ikut dilempar untuk membuat sang korban benar-benar tak berkutik. Sang asisten pun langsung menyergap setelah korban benar-benar tersungkur ke tanah. Setelah benar-benar aman, eksekutor pun langsung menempelkan parang pada leher korban sembari menggoroknya dengan sekuat tenaga. Darah segar kembali bercucuran membasahi bumi Serambi Mekkah menandakan hari megang telah tiba.

Aceh merupakan sebuah daerah yang terletak di ujung Pulau Sumatera yang menjadi cikal bakal Islam di Nusantara sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Meugang merupakan sebuah tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Megang pada hakikatnya merupakan sebuah tradisi untuk merayakan atau memuliakan Hari Besar Islam, yaitu hari Raya Idul fitri ataupun Hari raya Idul Adha. Setiap akan memasuki Hari raya atau akan dimulai nya Puasa Ramadhan masyarakat Aceh akan menyembelih lembu atau kerbau. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh masyarakat Aceh tidak hanya di Aceh saja bahkan masyarakat Aceh yang berada di luar negeri pun melakukan tradisi tersebut. Kegiatan ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh.

Hari ini puluhan puluhan lembu dan kerbau disembelih. Para pedagang memenuhi pasar yang sudah disiapkan oleh Pemda sebagai tempat khusus untuk hari megang. Bahkan di kampung pun para pedagang telah menggelar lapak mereka sebelum mengangkut sisa dagangan nya ke pasar di pagi hari. Ratusan pengunjung berdesakan menawar kesana kemari mencari daging yang mereka butuhkan dengan harga yang cocok. Ada yang sibuk menawar ikan-ikan segar ada juga yang menjajakan bumbu masak. Di setiap rumah asap terlihat mengepul pertanda ibu-ibu juga sibuk memasak menyiapkan hidangan megang untuk bisa diasantap di sebagai menu makan siang. Sudah menjadi tradisi bagi orang Aceh untuk pulang kampung dan merasakan masakan megang dirumah sendiri. Kerabat-kerabat dari jauh pun biasanya pulang untuk berlebaran di kampung halaman. Suasana ceria dan gembira menghiasi wajah setiap orang yang kita temui. Ada yang sudah berjumpa kembali dengan keluarganya setelah lama merantau, anak yng kembali berjumpa dengan ibunya, santri yang sudah kembali dari pesantren karena libur lebaran dan berbagai macam alasan lainnya yabg membuat hari ini terasa sangat indah dan menyenangkan. Bagi anda yang dikejauhan dan tidak bisa pulang kampung, jangan bersedih hati. Dunia sekarang sudah canggih Teknologi telah membantu kita untuk tetap terhubung dengan orang-orang tercinta meskipun dari kejauhan. Sekian tulisan singkat dari saya semoga bermanfaat, salam Idul Adha.

Leave a Reply